“Pengertian Game Engine”
Engine bukanlah executable program, artinya engine tidak bisa dijalaankan sebagai program yang berdiri sendiri. Diperlukan sebuah program utama sebagai entry point atau titik awal jalannya program. Pada c++, entry pointnya adalah fungsi main(). Biasanya program utama ini relatif pendek.
Kalau game diilustrasikan sebagai musik yang keluar dari mp3 player, maka engine adalah mp3 player dan program utama adalah data mp3 yang dimasukkan ke dalam mp3 player tersebut.
Dengan adanya engine, waktu, tenaga dan biaya yang dibutuhkan untuk membuat game software menjadi berkurang secara signifikan.
Beberapa game dengan jenis dan gameplay yang hampir sama bisa dibuat dengan sedikit usaha bila terlebih dahulu dibuat engine-nya. Setelah engine diselesaikan, programmer hanya perlu menambahkan progam utama, memakai resources (objek 3D, musik, efek suara) yang baru dan, jika benar-benar dibutuhkan , sedikit memodifikasi engine sesuai kebutuhan spesifik dari game yang bersangkutan.
Program game engine seluruhnya berorientasi objek. Lebih bersifat reaktif daripada posedural.
Sulit untuk menggambarkan engine secara keseluruhan dalam flowchart, karena alur program bisa diatur sesuai dengan keinginan pemakai engine, yaitu gampe programmer.
Game engine juga sering disebut juga “Game Middleware”. Game Middleware adalah software yang didalamnya sudah terdapat elemen-elemen yang dibutuhkan oleh seorang game developer, kebanyakan dari game middleware memberikan fasilitas guna menunjang pengembangan game dengan mudah seperti graphics, sound dan Artificial intelligence.
Tipe-tipe Game Engine
Biasanya, game engine tipe ini lebih disukai karena selain kemungkinan besar tersedia gratis, juga memperbolehkan mereka, para developer, lebih fleksibel dalam mengintegrasikan komponen yang diinginkan untuk dibentuk sebagai game engine mereka sendiri. Kelemahannya, banyak engine yang dibuat dengan cara semacam ini malah menyerang balik developernya. Menara Games Studio membutuhkan satu tahun penuh untuk menyempurnakan game engine nya, hanya untuk di tulis ulang semuanya dalam beberapa hari penggunaan karena adanya bug kecil yang sangat mengganggu.
Biasanya game engine semacam ini memiliki batasan batasan, terutama jika dibandingkan dengan game engine sebelumnya yang benar benar terbuka lebar. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi terlalu banyak error yang mungkin terjadi setelah sebuah game yang menggunakan engine ini dirilis, dan masih memungkinkan game engine nya itu sendiri untuk mengoptimalkan kinerja game nya. Banyak dari game engine seperti ini, Unreal Engine, Source Engine, id Tech Engine dan sebagainya, yang sudah sangat optimal dibandingkan jika harus membuat dari awal. Hal ini dengan serta merta menyingkat sangat banyak waktu dan jelas, biaya dari para Developer game.
Kekurangannya terletak pada terbatasnya jenis interaksi yang bisa dilakukan, dan biasanya hal ini mencakup semuanya, mulai dari grafis, hingga tata suara. Tapi bukan berarti game engine jenis ini nggak berguna, bagi developer cerdas dan berdaya kreativitas tinggi, game engine bapuk seperti ini bisa dirubah menjadi sebuah game menyenangkan, seperti Flow. Game engine seperti ini memang ditujukan bagi developer yang ingin menyingkat waktu pemrogramman, dan secepatnya merilis game game mereka.
Macam-macam Game Engine
1. Freeware game engine/open source game engine
§ Blender
§ Golden T Game Engine (GTGE)
§ DXFramework
§ Ogre
§ Aleph On
2. Commercial engines/game engine berbayar (komersial)
§ Alamo
§ A.L.I.V.E
§ BigWorld
§ DXStudio
§ Dunia Engine
§ Euphoria
§ GameStudio
Beberapa penjelasan game Engine :
OGRE
OGRE (Object-Oriented Graphics Rendering Engine) merupakan engine yang mendukung 3D Graphic. Merupakan game engine yang fleksibel dalam melakukan 3D Rendering, ditulis dalam bahasa C++ sehingga memudahkan pengembang untuk membangun game yang mendukung 3D Graphics.
Blender
Blender adalah program 3D dan animasi yang bersifat opensource,
bebas untuk dikembangkan oleh penggunanya dan dapat didistribusikan
kembali dan bersifat Legal.Blender memiliki video compositor dan intergrated game engine
Karya yang dihasilkan tidak ada sifat royalt kepada developer, dan
dapatdipublikasikan baik free maupun untuk dikomersilkan
RealmForge
Merupakan free dan open source game engine untuk Microsoft .Net Framework dan dikhususkan pada visual3D Game Engine, merupakan cross platform game engine untuk .NET 2.0 dan Microsoft XNA. RealmForge dibangun diatas AXIOM 3D rendering engine. Di tulis dalam bahasa C# keseluruhan. Dibangun untuk pembuatan game berbasis .NET.
Perbandingan dari jenis game engine (1 contoh pada game engine)......
FreeWare :
Kelebihan dari Golden T Game Engine :
-Penggunaan class-classnya mudah, sehingga ketika kita mendevelop suatu game, kita tidak harus memikirkan misal kita ingin menjalankan suara, tidak usah pusing-pusing sampe pake class-class dasar Java seperti membaca file audio.
-Karena berbasis Java yang slogannya “Build once run everywhere”, jadi bisa digunakan untuk banyak platform, seperti : Microsoft Windows, Linux, Mac OS X.
-Merupakan high level interface library.
-Udah support OPENGL.
Komersial / berbayar :
Kelebihan dari Engine 3D :
-Murah.
-Mudah digunakan.
-Memiliki kualitas yang tidak kalah dengan game engine luar negeri yang telah ada.
Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Game_engine
http://digilib.petra.ac.id
http://chinmi.wordpress.com/2007/12/14/workshop-program-3d-dan-animasi-blender/
http://iddev.wordpress.com/2009/01/02/gtge-2d-java-game-engine/