e-Commerce and e-business [EBC] (Tugas Softskill ke-1)
e-commerce adalah suatu perdagangan elektronik yang berbasis web dengan memanfaatkan jaringan internet supaya proses bisnis dan transaksi bisnis menjadi lebih efektif. sedangkan e-business adalah suatu proses jual beli elektronik yang bertujuan saling menguntungkan diantara kedua belah pihak dengan memanfaatkan jaringan internet.
Dilihat dari sisi Review tools
Naylabusanamuslim.com mempunyai catalog yang bagus karena di catalog tersebut langsung terdapat harga dari produk yang dijualnya. tampilan awalnya bagus karena disainnya rapih dan tidak berantakan. keamanan dari website ini terjamin karena pelanggan akan diberi form pemesanan.
Dilihat dari sisi arsitektur
Naylabusanamuslim cukup unik karena sampai sekarang masih melayani pelanggan. warna yang tidak terlalu mencolok dan tulisan berjalan dengan tempo yang pelan agar konsumen dapat membacanya.
Dilihat dari sisi success story
Naylabusanamuslim ini dulunya hanya sebuah ruko kecil dipulau dewata, dengan maraknya online shop maka pemilik produk busana muslim ini berniat akan mencoba membuat perdagangan elektronik di jejaring sosial. Setelah ramai orderan maka naylabusanamuslim ini beranjak ke penjualan berbasis web agar mandiri dan berdiri sendiri dengan nama naylabusanamuslim. sekarang toko ini sudah menjadi perusahaan besar karena ada juga yang menginvestasi ke toko ini.
Dilihat dari sisi payment gateway
Pembayarannya sangat mudah dengan kartu kredit serta mencocokan data diri konsumen. setelah order maka akan mendapatkan konfirmasi dari naylabusanamuslim.
Dilihat dari sisi security
Keamanan perusahaan baju muslim ini cukup bagus karena ketika data diri konsumen cocok dengan database naylabusanamuslim maka akan diberitahu oleh pengusaha baju muslim ini. jika uang pembayaran sudah dibayar maka barang akan diantar sesuai pesanan.
Tugas kedua jarkomlan Teknologi multimedia (kelompok)
Pada kesempatan kali ini saya bersama teman saya membuat tugas kelompok jaringan komputer lanjut mengenai multimedia yang berjudul Quality of Services Video Streaming.
QoS merupakan terminologi yang digunakan untuk mendefinisikan kemampuan suatu jaringan untuk menyediakan tingkat jaminan layanan yang berbeda-beda. Melalui Q0S, seorang network administrator dapat memberikan prioritas trafik tertentu. Suatu jaringan, mungkin saja terdiri dari satu atau beberapa teknologi data link layer yang mampu diimplementasikan QoS, misalnya; Frame Relay, Ethernet, Token Ring, Point-to-Point Protocol (PPP), HDLC, X.25, ATM, SONET. Setiap teknologi mempunyai karakteristik yang berbeda-beda yang harus dipertimbangkan ketika mengimplementasikan QoS. QoS dapat diimplementasikan pada situasi congestion management atau congestion avoidance. Teknik-teknik congestion management digunakan untuk mengatur dan memberikan prioritas trafik pada jaringan di mana aplikasi meminta lebih banyak lagi bandwidth daripada yang mampu disediakan oleh jaringan. Dengan menerapkan prioritas pada berbagai kelas dari trafik, teknik congestion management akan mengoptimalkan aplikasi bisnis yang kritis atau delay sensitive untuk dapat beroperasi sebagai mana mestinya pada lingkungan jaringan yang memiliki kongesti. Adapun teknik collision avoidance akan membuat mekanisme teknologi tersebut menghindari situasi kongesti. Melalui implementasi QoS di jaringan ini, network administrator akan memiliki fleksibilitas yang tinggi untuk mengontrol aliran dan kejadian-kejadian yang ada di trafik pada jaringan.
Ada beberapa alasan mengapa kita memerlukan QoS, yaitu:
* · Untuk memberikan prioritas untuk aplikasi-aplikasi yang kritis pada jaringan.
* · Untuk memaksimalkan penggunaan investasi jaringan yang sudah ada.
* · Untuk meningkatkan performansi untuk aplikasi-aplikasi yang sensitif terhadap delay, seperti Voice dan Video.
* · Untuk merespon terhadap adanya perubahan-perubahan pada aliran trafik di jaringan.
Saat ini di kebanyakan jaringan di perkantoran tidak begitu memperhatikan QoS. Namun, dengan berkembangnya aplikasi-aplikasi, misalnya mulicast, streaming multimedia, dan Voice over IP (VoIP) kebutuhan akan QoS akan semakin terasa. Terlebih lagi aplikasi-aplikasi tersebut terhadap jitter dan delay dan performansi yang buruk akan sangat terasa pada end user. Dalam hal ini seorang network administrator dapat melakukan tindakan manajemen proaktif untuk aplikasi-aplikasi sensitif yang baru dengan mengaplikasikan teknik-teknik QoS pada jaringan. Penting untuk diketahui, bahwa QoS bukanlah solusi yang ajaib untuk setiap masalah kongesti, karena dapat saja solusi terbaik untuk mengatasi congested network memang adalah melakukan upgrade pada bandwidth.
Apa sih yang dimaksud dengan streaming tersebut? Jika kita membuka kamus, maka streaming bisa berarti pengaliran atau mengalirkan. Dalam dunia Internet, streaming lebih mengacu kepada sebuah teknologi yang mampu mengkompresi atau menyusutkan ukuran file audio dan video agar mudah ditransfer melalui jaringan Internet. Pentransferan file audio dan video tersebut dilakukan secara “stream”, alias terus-menerus. Dari sudut pandang prosesnya, streaming berarti sebuah teknologi pengiriman file dari server ke client melalui jaringan packet-based semisal Internet. File tersebut berupa serangkaian paket time-stamped yang disebut stream.
Live streaming adalah tayangan langsung yang di-broadcast kepada banyak orang (viewers) dalam waktu yang bersamaan dengan kejadian aslinya, melalui media data komunikasi (network) baik yang terhubung dengan cable atau wireless.
Kelompok : Joe Mahendra (50407472)
Okky Tirtawan (50407646)
Teknologi yang ada pada rumah (tugas ke-1 jarkomlan)
Pada artikel saya kali ini akan mengupas tentang internet yang biasa kita gunakan pada industri rumahan. Salah satunya yang akan saya bahas adalah Teknologo Cable.Cikal bakal teknologi Internet Cable sebenarnya dimulai dari pemenuhan kebutuhan konsumen akan siaran televisi yang berkualitas. Asal usul kata Cable sendiri pun berasal dari kata Community Antenna Television (CATV) yang kemudian lebih banyak disebut orang sebagai Cable TV. Untuk memastikan perangkat
TV biasa dapat digunakan untuk Cable TV, teknologi ini memindahkan sinyal-sinyal radio yang biasa di broadcast di udara menjadi berbentuk sinyal-sinyal yang dapat dilewatkan didalam bungkusan kabel Coaxial.Dengan semakin meluasnya penggunaan Cable TV ini serta kebutuhan Internet yang semakin booming, maka dimanfaatkanlah infrastruktur Cable TV ini untuk melewatkan data. Bahkan di beberapa negara juga melewatkan sinyal-sinyal telepon. Dengan demikian, para penyedia jasa jaringan Cable bias mengeruk profit lebih banyak dari infrastruktur yang telah mereka buat dengan biaya yang cukup mahal.
Beberapa keuntungan yang akan didapat pengguna dari adanya teknologi Cable adalah sebagai berikut:
Teknologi Cable yang melewatkan koneksi Internet dapat memungkinkan penggunanya melakukan koneksi VPN ke kantor pusat secara non-stop, sehingga pengguna bagaikan memiliki jalur pribadi sendiri dengan koneksi yang tanpa henti.Kecepatan transfer yang relatif tinggi dipadukan dengan harga yang tidak terlalu mahal memungkinkan pengguna yang berkantor di rumah dapat menikmati Internet cepat juga.
Teknologi TV Cable plus Internet dapat menciptakan servis baru, yaitu TV Interaktif.
Penyedia jasa Cable dapat membuat servis VOIP melalui infrastrukturnya tersebut, sehingga pengguna bisa menikmati juga telepon ekonomis dari media kabel yang sama, tidak perlu berlangganan media lain lagi.
Kata “Cable” sebenarnya juga merujuk kepada media pembawanya yang berjenis kabel coaxial. Dalam membuat bentangan Cable yang sangat jauh jaraknya, biasanya digunakan amplifier atau penguat sinyal untuk tetap menjaga keutuhan sinyal selama di perjalanan. Amplifier akan dipasang pada bentangan kabel coaxial kurang lebih setiap jarak 610 meter. Sinyal yang dikuatkan adalah sinyal frekuensi 50 sampai 860 MHz. Lebar frekuensi ini digunakan untuk sinyal TV analog, TV digital dan layanan komunikasi data.
Dengan hitungan ini, maka setiap 30 kilometer area coverage, kabel Coaxial membutuhkan penguat sebanyak kurang lebih 50 buah amplifier sepanjang jalan. Tentunya arsitektur seperti ini akan cukup merepotkan para administratornya dalam me-maintain-nya. Akan banyak sekali problem dan kendala dalam menggunakan sistem ini. Maka dari itu, saat ini arsitektur jaringan Cable tidak lagi dibuat menggunakan murni media Coaxial, namun dibuat juga menggunakan bentangan media fiber optik.
Media fiber optik digunakan dengan tujuan untuk akan meniadakan amplifier sinyal, membawa siyal dengan lebih bersih, kecepatan transfer yang lebih tinggi dan dengan jarak yang lebih jauh dibandingkan kabel coaxial biasa. Dengan adanya semua kelebihan ini, kendala dan problem yang ada di jaringan Cable dapat jauh berkurang sehingga pelanggan lebih nyaman dalam menonton TV maupun ber-Internet.